Kamis, 25 April 2013

Biologi : Pengaruh Berbagai Media Tanam Terhadap Perkecambahan Kacang Hijau


Pengaruh Berbagai Media Tanam Terhadap Kecepatan Perkecambahan Biji Kacang Hijau




Rumusan Masalah
  1. Apa pengaruh perbedaan jenis media terhadap pertumbuhan kacang hijau?
  2. Mengapa jenis media berpengaruh terhadap pertumbuhan kacang hijau?
  3. Bagaimana proses pertumbuhan kacang hijau terhadap pengaruh jenis media yang berbeda?
  4. Pada media mana yang menyebabkan kacang hijau tumbuh lebih cepat?

Hipotesis
Menurut dugaan kami terhadap percobaan ini, yakni akan terbentuk perbedaan hasil perkecambahan terhadap media yang digunakannya. Media kapas adalah media yang akan mempercepat proses perkecambahan kacang hijau tersebut. Sebab, kapas memiliki daya serap tinggi terhadap air, sehingga biji dapat dengan mudah mengambil air tersebut. Juga, kapas memiliki serat-serat halus yang mengakibatkan akar biji dapat menancap dengan mudahnya.

Tujuan Penelitian

Mengamati pengaruh jenis media terhadap pertumbuhan kacang hijau.

Alat dan Bahan
  • 4 buah gelas plastik
  • Kacang hijau
  • Kapas
  • Tanah
  • Serabut kayu
  • Pecahan batu bata
  • Air
  • Sendok
  • Alat Tulis

Cara kerja penelitian
  1. Merendam biji kacang hijau ke dalam air dengan jangka waktu 1-2 jam
  2. Menyiapkan 4 media yang akan dijadikan percobaan meliputi bata, kapas, tanah, jelly
  3. Menumbuk batu bata hingga halus, masukkan ke dalam gelas A 5 sendok makan
  4. Memasukkan kapas setinggi 3 cm ke dalam gelas B
  5. Memasukkan tanah sebanyak 5sendok ke dalam gelas C
  6. Membuat jelly
  7. Memasukkan jelly ke dalam gelas D
  8. Membasahi semua media dengan air
  9. memasukkan 5 biji kacang hijau ke dalam gelas lastic dengan medium yang berbeda
  10. Mengamati perubahan ataupun perkecambahan kacang hijau yang terjadi

Hasil :
Kacang hijau yang ditanam di pecahan batu bata tak tumbuh sama sekali, di kapas tumbuh setinggi 4,5 cm di hari ke-5, di tanah tumbuh setinggi 17 cm di hari ke-5, sedangkan di jelly tumbuh setinggi 18 cm di hari ke-5.

Pembahasan :
  1. Adanya perbedaan kecepatan tumbuh yang terlihat dalam berbedanya ketinggian tanaman, adanya perbedaan kondisi tanaman.
  2. Karena adanya perbedaan daya serap dan nutrisi yang terkandung dalam media tersebut.
  3. Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi (berarti "minum"). Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini murni fisik.
Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah enzim perkecambahan awal. Fitohormon asam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin meningkat. Berdasarkan kajian ekspresi gen pada tumbuhan model Arabidopsis thaliana diketahui bahwa pada perkecambahan lokus-lokus yang mengatur pemasakan embrio, seperti ABSCISIC ACID INSENSITIVE 3, FUSCA 3 dan LEAFY COTYLEDON 1 menurun perannya dan sebaliknya lokus-lokus yang mendorong perkecambahan meningkat perannya (upregulated), seperti GIBBERELIC ACID 1 GAI, ERA1, PKL, SPY, dan SLY. Diketahui pula bahwa dalam proses perkecambahan yang normal sekelompok faktor transkripsi yang mengatur auksin (disebut Auxin Response Factors, ARFs) diredam oleh miRNA.
  1. Tanaman akan lebih cepat tumbuh apabila memakai media tanam berupa tanah. Sebaliknya, tanaman akan lebih lama tumbuhnya bahkan sama sekali tidak tumbuh jika memakai media tanam berupa batu bata. Hal ini disebabkan oleh adaya nutrisi yang cukup dari tanah untuk proses pertumbuhan kacang hijau. Sedangkan dalam batu bata tidak adanya unsur nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan kacang hijau.

Kesimpulan
Dari hasil praktikum ini didapatkan simpulan sebagai berikut : Berdasarkan kecepatan tumbuh (media tanam) pecahan batu bata < kapas < tanah < jelly
Jadi, kesimpulannya adalah media tanam dapat berpengaruh terhadap kecepatan perkecambahan biji Kacang Hijau. Mulai dari daya intermolekul, tekstur media tersebut dan lain-lain. Apabila media tanam memiliki daya intermolekul yang kecil maka kecepatan perkecambahan juga akan lambat dikarenakan biji sulit dalam menyerap air.
Sedangkan, apabila daya intermolekul besar maka sebaliknya. Sedangkan, dilihat dari tekstur, apabila media tanam memiliki tektur pasir atau kasar, maka akar akan sulit mendapatkan air dikarenakan tekstur pasir mudah kengalami kekeringan. Sedangkan, tekstur serat atau halus membuat akar mudah mendapatkan air karena kelembaban akan terjadi dalam jangka waktu lama.

Daftar Pustaka
  • http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/02/kacang-hijau.html

2 komentar:

  1. kenapa kacang hijaunya di rendam dulu...saya pernah coba percobaan ini..tapi tidak direndam..lalu cepat pertumbuhannya di kapas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh iya direndam itu untuk memilih bibit yang bagus, pilih kacang yang tidak mengapung :)

      Hapus